SRAWUNG SOR PELEM SERI 2 Diskusi Buku “Fraud di Sektor Publik dan Integritas Nasional “PENGETAHUAN TENTANG FRAUD PENTING BAGI ASN”

Yogyakarta – Kepala PPSDM Kementerian Dalam Negeri Regional Yogakarta, Ir. Agus Irawan, MP. Menekankan pentingnya sebuah lembaga, khususnya pengembangan sumber daya manusia, untuk konsisten dan konsekuen dalam melakukan inovasi metode sharing knowledge dengan cara kreatif namun tetap memperhatikan etika dan estetika untuk menjaga citra dan reputasi lembaga. Hal tersebut beliau (Kepala PPSDM) utarakan pada Srawung Sor Pelem Seri 2, Kamis (15/10/2020).

Pernyataan strategis Kepala PPSDM relevan dengan visi lembaga, dimana Ide besar dan unggul lahir dari aktivitas yang dilakukan berulang-ulang dengan kapasitas terukur dan lingkungan yang tepat. Konteks tersebut relevan dengan situasi serba adaptif di masa pandemi covid 19 saat ini. PPSDM Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta berupaya secara konsisten untuk terus berpegang teguh pada hakikat lembaga sebagai rumah strategis pengembangan kompetensi  daya manusia aparatur sipil negara (ASN), dengan melakukan inisiatif kegiatan produktif, kreatif dan bermartabat.

Kembali mengusung Srawung Sor Pelem (SSP) sebagai brand diskusi olah pengetahuan lembaga, pada Seri 2 kali ini menampilkan Diskusi Buku “Fraud di Sektor Publik dan Integritas Nasional” dengan narasumber yakni Sang Penulis, Ardeno Kurniawan, S.E., M.Acc., AK, seorang pejabat Auditor Inspektorat Kabupaten Sleman. Dilaksanakan dibawah protokol kesehatan yang ketat, , diskusi buku ini dilaksanakan secara berimbang dalam menyampaikan sudut pandang dengan menghadirkan Penanggap atau Pembahas, yaitu M. Fatchul Arifin, S.H., MM., Widyaiswara Ahli Madya PPSDM Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta bersertifikasi Penyuluh Anti Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dipandu oleh Sutarta S.H., M.Si sebagai Moderator.

Ardeno, selaku narasumber menyampaikan hal detail mengenai pentingnya informasi dan pengetahuan terkait Fraud (penyimpangan), khususnya mengenai motif, Tindakan, pelaku hingga ancaman hukuman bagi pelaku Fraud, yang tentunya jika dilakukan secara masif akan mereduksi komitmen terhadap integritas individu (ASN) maupun organisasi/ lembaga pemerintah. Tak kalah strategis, Fatchul Arifin sebagai Penanggap menyampaikan respon yang mencerahkan. Bahwa, sebagaimana substansi yang termuat dalam buku tersebut, tren fraud dilakukan dengan beragam modus, maka ASN wajib mawas dan berhati-hati dengan cara membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan tentang keberadaan praktik fraud, salah satunya dengan membaca literatur yang baik ini.

Mengakhiri acara, Kepala PPSDM melalui closing statement­-nya menyampaikan bahwa pembelajaran dalam diskusi buku ini harus menjadi perhatian penting bagi segenap pegawai PPSDM pada khususnya selaras dengan nilai budaya kerja lembaga dengan upaya evaluasi dan internalisasi diri. Diharapkan, forum – forum strategis sejenis Srawung Sor Pelem ini dapat dikembangkan dengan packaging yang lebih menarik dan cakupan lebihluas.